Minggu, 24 Juni 2012

modeling rokok di 3ds max

0 komentar


part1


part2


part3


part4


part5


part6


part7


part8


part9


part10


sumber: http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=D5TPXptmS_c
Continue reading →
Sabtu, 23 Juni 2012

3Ds Max Tutorial Basic 01/10 Mengenal Tampilan 3Ds Max

1 komentar
Continue reading →
Jumat, 22 Juni 2012

Spesifikasi komputerku untuk 3dsMax2011, Sketchup Pro 8 dan Vray

0 komentar
Spesifikasi komputerku untuk 3dsMax2011, Sketchup Pro 8 dan Vray
Sebetulnya renderan, simulasi dll di tutorial yg saya buat, dipercepat menggunakan Clip speed dari Camtasia. Tapi karena cukup banyak yang menanyakan tentang spek komputerku, jadi saya tulis disini aja supaya nggak ngulang2 lagi :

Komputer,untuk ngerender, main game, yang lumayan berat, bisa dianggap spesifikasi yang cukup sedang dan ga terlalu makan hati kalau mau pakai 3dsMax:
1. Motherboard Elite A785GM-AD3 Black series
2. Processor AMD Phenom X6 1090T 3.2GHz
3. Hardisk 500 Gb
4. Memory 4 Gb
5. VGA card NVidia GeForce 8400GS 1024Mb 64bit
Laptop, untuk internetan, dipakai buat 3dsmax dan Sketchup juga bisa, sambil nunggu renderan animasi di komputer satunya biasanya. Tapi menurut saya ini spesifikasi yang agak minimal untuk 3dsMax:
1. Toshiba Satellite L505D
2. Processor AMD II Dual core M300 2GHz
3. HDD 280 Gb
4. Memory 2 Gb
5. VGA Card ATI Radeon 512Mb
Software :
1. Operating system Windows7 64-bit
2. 3dsmax 2011 64bit dengan Vray Adv 2.00.01
3. Sketchup Pro 8 dengan Vray1.48.89

Headphonenya sampai harus diselotip ^_^

Sebetulnya spesifikasinya nggak terlalu canggih, tetapi setiap 1.5 sampai 2 tahun diusahakan upgrade, atau tukar tambah sekalian, soalnya kan untuk cari nafkah, hehehe.... Saat ini saya sedang coba pakai AMD, tetapi sebelumnya sampai lama saya pakai Intel. Ternyata cukup memuaskan kok.


Sumber: http://azri3d.blogspot.com
Continue reading →

Sketchup14-Animasi keren dengan Section

0 komentar
Sketchup14-Animasi keren dengan Section
Saya menggunakan 3dsmax, jauh sebelum saya menguasai sketchup. Awalnya saya merasa tidak perlu menguasai sketchup, karena presentasi dengan 3dsmax (kelihatannya) jauh lebih mengesankan, lebih banyak dicari orang dan lebih luas implementasinya. Dan sebelumnya saya sudah pernah membahas kelebihan dan kekurangan 3dsMax dan sketchup. Tapi ada satu fitur Sketchup yang membuat saya jadi sangat tertarik mempelajari Sketchup. Dan itu adalah Section.

Tentu saja 3dsMax memiliki clip yang mirip2 dengan section. Tetapi Section-nya sketchup bisa langsung dimanfaatkan untuk berbagai hal. Bisa langsung diekspor ke Autocad untuk kemudian diedit lebih lanjut, atau bisa langsung dipresentasikan dengan fitur Layout (yang sekarang juga sudah selangkah lebih maju lagi), dan yang paling mengesankan, menurut saya, adalah Section bisa langsung dianimasikan.

Pertama kali melihat hasil animasi section, saya pikir, tentunya ini akan sulit sekali. Tetapi, begitu tahu triknya, ternyata sangat mudah! Sayangnya, saat membuat tutorial ini, Section belum bisa dirender menggunakan Vray. Dan saya belum mencoba rendering engine lainnya.

Ada diantara kalian yang tahu, section bisa dirender pakai apa? boleh dong sharing...






Update: Saya lupa menginformasikan, Style hanya ada di Sketchup Pro, misalnya Sketchup Pro 7 atau Sketchup Pro 8

Sumber: http://azri3d.blogspot.com
Continue reading →

Sketchup13 3ds max

0 komentar
Sketchup13-Ekspor ke CAD dengan Layer
Terkadang saat kita akan mengekspor Sketchup ke AutoCAD, hasil yang didapat adalah gambar monokrom sehingga kita harus mengedit gambar lumayan lama agar gambar terpisah menjadi layer yang berbeda2.
Di tutorial kali ini saya akan menunjukkan cara yang saya gunakan agar pengubahan layer menjadi lebih mudah. Pada dasarnya saya hanya mengubah agar sketchup di ekspor ke CAD dengan warna yang berbeda untuk tiap bagian, lalu warna tersebut diubah oleh CAD menjadi layer tersendiri.

Jangan lupa, pisahkan layer sejak awal menggambar sketchup, misalnya layer pintu, lantai 1, lantai 2 dan seterusnya. Cara memisahkan membuat layer sudah saya jelaskan di tutorial 3.





Sumber: http://azri3d.blogspot.com
Continue reading →

3ds max menengah

0 komentar
Cara mudah menggunakan Vray untuk Interior

Exterior Rendering Menggunakan VRay dikombinasikan dengan Photoshop

Latihan Menggunakan Vray untuk Interior Scene

Vray adalah salah satu rendering engine yang sering saya gunakan, terutama saat menggunakan 3dsMax. Juga terkadang saat menggunakan Google sketchup.

Setting Vray awalnya memang terasa agak kompleks karena banyaknya parameter yang harus di isi. Tetapi cukup setimpal dengan hasilnya yang sangat realistis. Tentunya harus diimbangi dengan pemanfaatan Material Vray Mapping yang tepat.
Berikut adalah setting Vray yang cukup ringan untuk Interior.



Selamat Mencoba!!













Membuat Vray Scene dengan Standard Camera dan IES Photometric
Menggunakan Vray tidak berarti Anda harus memakai semua tools dari Vray. Standard Camera dan Standard light dari 3ds Max juga dapat digunakan dengan baik ke dalam Vray Scene. Settingnya jauh lebih mudah (terutama untuk camera), dan dengan pengaturan yang tepat, hasilnya tidak jauh berbeda dengan saat menggunakan Camera dan Vray light. Tentu saja kita tetap harus menggunakan beberapa Vray Rectangle light sebagai sumber cahaya utama. Tetapi kemudian bisa didukung dengan Direct light dan Photometric light.

Kelebihan penggunaan photometric light dibanding saat menggunakan IEs Vray saat membuat downlight yaitu, saat kita memasukkan IEs file, bentuk dari IEs file akan lebih mudah dilihat, sehingga mempermudah kita membedakan jenis lampu satu dengan lainnya. Ini mungkin tidak terlalu penting jika kita hanya menggunakan satu atau dua buah lampu downlight. Tetapi saat kita mencapai jumlah 20 lampu, akan terasa manfaatnya.

Satu tips, dengan scene yang saya buat di tutorial, jika anda menambahkan sebuah Vray sun yang tidak di enable, scenenya akan terasa lebih hidup lagi.














Membuat Material Vray menggunakan Regular & Slate material Editor
Setelah membuat Vray Scene, tentu akan lebih afdol jika kita mengubah material standar yang kemarin kita gunakan ditutorial 08 menjadi Material Vray. Material yang kita bahas dalam tutorial ini mencakup material Vray standard, material Lantai(porselen atau marmer), Kayu, Kaca dan logam. Material-material ini akan cukup sering digunakan baik untuk interior maupun eksterior bangunan.

Namun untuk mencapai hasil yang maksimal, kita juga harus mencoba2 beberapa kali, karena keberhasilan pembuatan material tergantung kepada banyak unsur di dalam scene. Seperti warna material yang kita pilih, terang gelapnya cahaya yang ada, jenis lampu yang kita pilih. Jadi tidak ada parameter yang benar2 berlaku mutlak.

Misalnya saat membuat lantai, terkadang kita bisa harus memberikan nilai reflection yang cukup putih agar pantulannya mau keluar. Biasanya ini terjadi pada scene yang monokrom. Tapi kadang2 dengan warna abu2 gelap saja, pantulannya sudah keluar dengan baik. Karena itu, agar tidak menghabiskan waktu, sebaiknya kita merender dengan region, agar yang terender hanya sebagian yang perlu saja.

Tapi parameter2 yang saya berikan dalam tutorial ini, bisa menjadi awal yang cukup baik untuk kamu kembangkan dikemudian hari. Asal tetap sabar mencoba dan jangan menyerah.

Selain itu saya juga ingin memperkenalkan penggunaan Slate Material editor yang terdapat pada 3dsMax 2010 ke atas. Jika kamu menggunakan 3ds Max 2009 ke bawah, tidak masalah, karena yang terpenting dalam tutorial ini adalah bagai mana memasukkan parameter yang tepat untuk material tertentu.









Animasi Arsitektur 101-Mengatur Vray Background
Presentasi Animasi untuk bangunan dan Interior sekarang sudah mulai banyak digunakan. Dengan bertambahnya kemajuan teknologi, kemampuan komputer dalam merender (yang sebelumnya merupakan halangan utama dalam merender animasi) semakin tinggi. Ini juga akan mempermudah kita dalam menjelaskan konsep bangunan kita.

Animasi ini juga dapat digunakan sebagai background saat kita membuat film Animasi, ataupun sebagai latar belakang dari sebuah game.

Sebagai background, biasanya digunakan environment berbentuk sphere atau pun silinder. Selain itu juga dapat dengan menggunakan Object berbentuk sphere dan silinder. Biasanya sphere digunakan bila texture yang dipakai berupa gambar langit atau awan. Sedangkan silinder digunakan bila bagian pinggir dari texture berupa pegunungan ataupun pepohonan.

Untuk Animasi arsitektur, saya menyarankan menggunakan silinder. karena biasanya arah kamera tidak akan terlalu mendongak keatas. Malah terkadang arah kamera adalah dari atas mengarah ke atap. Tapi jika animasi lebih mengarah kepada permainan, yang kameranya mungkin akan ke segala arah, saya menyarankan memakai sphere.

Tips : Gunakan texture yang berbentuk memanjang (panorama), agar bisa menjangkau pandangan mata secara luas. Juga, pilihlah texture yang warna hue dan saturationnya bisa di atur menjadi suasana malam dan siang.









Animasi Arsitektur 102-Mengatur Camera dan Light
Setelah di tutorial sebelumnya kita menganimasikan background. Sekarang kita akan menggerakkan Camera dan juga mengatur terang gelapnya light.

Light di bangunan sebisa mungkin dicopy secara instance, sehingga kita tidak perlu menganimasikan semua light satu persatu, karena walaupun itu mungkin dilakukan, tetapi akan sangat memakan waktu. Dan arah light adalah dari luar, ke dalam bangunan, sehingga saat kita menganimasikan bagian interior dari bangunan, light yang sama tetap dapat digunakan dengan scene yang akan terasa natural.

Kita dapat menggerakkan kamera secara manual menggunakan autokey. Tapi dalam Tutorial ini, kita akan mencoba mengattach kamera ke sebuah line, sehingga gerakan kamera dapat diatur menggunakan jalur tertentu. Untuk itu, kita akan menggunakan path constrain.




Sumber: http://azri3d.blogspot.com
Continue reading →

3ds max mahir

0 komentar
Animasi Arsitektur 103-Menggerakkan Pintu dan Jendela
Setelah sebelumnya pada tutorial 5 kita mebahas cara2 termudah (menurut saya) membuat pintu dan jendela, sekarang kita akan menganimasikannya pada bangunan. Pada tutorial ini juga kamu bisa melihat bahwa Pintu dan Jendela default pada 3ds max bisa digabungkan dengan Pintu dan jendela yang dibuat secara manual.

Memang, menganimasikan pintu dan jendela default lebih mudah dari pada yang dibuat secara manual, tapi sayangnya, kita akan menemui kesulitan jika kita ingin menambahkan gagang pintu atau accessories jendela lainnya. Harus ada treatment khusus.













Animasi Arsitektur 104-Membuat tirai
Saya pernah menjelaskan tentang Cloth modifier dalam tutorial membuat bantal. Dan kali ini kita akan menggunakannya lagi dalam membuat tirai. Prinsip membuat tirai ini dapat juga digunakan untuk membuat handuk ataupun bendera (tapi untuk bendera harus ditambah lagi dengan reactor wind).

Ada beberapa hal yang sangat berpengaruh agar tirai yang anda buat jatuhnya alami :
1. Material Cloth yang anda gunakan. Dalam 3dsmax ada banyak material tirai Cloth yang ada, seperti spandex, rubber, satin, silk dll. Saya sarankan, anda meluangkan waktu untuk mencoba material itu satu persatu dan bandingkan parameter yang berpengaruh. Kelak anda akan mendapat kan material yang paling cocok dengan kebutuhan anda
2. Gravitasi. Terkadang kita harus menambah nilai gravitasinya, cara ini akan menarik tirai kebawah sehingga tirai tidak kelihatan terlalu kaku lagi
3. Besarnya segmen. Semakin kecil segmennya, tentunya bendanya akan semakin lentur. Tapi jangan terlalu kecil segmennya, karena akan memberatkan file 3dsmax.
Ditutorial ini saya mencontohkan dengan menggunakan plane, tapi anda juga dapat menggunakan garment maker yang penggunaannya saya pakai di tutorial membuat bantal diatas.










Animasi Arsitektur 105-Animasi Mobil Sederhana
Mobil dapat membuat presentasi Arsitektur kita semakin menarik serta juga dapat membantu menjelaskan skala bangunan kepada klien. Karenanya saya menambahkan Animasi mobil ini kepada seri Animasi arsitektur ini.
Animasi mobil ini tidak terlalu rumit, dan gerakan mobilnya cukup linear saja, karena mobil bukanlah merupakan inti dari presentasi. Dan penggeraknya hanya dummy saja yang dikaitkan dengan Look At constrain, Position Constrain, Orientation Constrain dan Path constrain.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan perintah animasi :
1. Arah pivot point, karena menggunakan link, arah pivot point bisa terpengaruh dengan parent dari link
2. Hirearki atau urutan perintah. Karena beberapa perintah akan memiliki pengaruh lebih kuat terhadap suatu object daripada perintah lainnya. Misalnya Look At constrain jika digunakan sebelum Link, tidak akan memiliki pengaruh terhadap object. Karena link akan mengunci perintah yang diberikan sebelumnya.
3. Saat menggunakan orientation Constrain, perhatikan apakah Transform rule nya Local ataukah World, karena jika menggunakan world, maka constrain sebelumnya tidak akan berpengaruh.



Tentunya masih banyak lagi cara untuk menganimasikan mobil secara lebih realistik, misalnya menggunakan reactor, kombinasi antara constrain dengan perintah lainnya, dan sebagainya.

Selamat mencoba!!










Animasi Arsitektur 103-Menggerakkan Pintu dan Jendela
Setelah sebelumnya pada tutorial 5 kita mebahas cara2 termudah (menurut saya) membuat pintu dan jendela, sekarang kita akan menganimasikannya pada bangunan. Pada tutorial ini juga kamu bisa melihat bahwa Pintu dan Jendela default pada 3ds max bisa digabungkan dengan Pintu dan jendela yang dibuat secara manual.

Memang, menganimasikan pintu dan jendela default lebih mudah dari pada yang dibuat secara manual, tapi sayangnya, kita akan menemui kesulitan jika kita ingin menambahkan gagang pintu atau accessories jendela lainnya. Harus ada treatment khusus.













Animasi Arsitektur 104-Membuat tirai
Saya pernah menjelaskan tentang Cloth modifier dalam tutorial membuat bantal. Dan kali ini kita akan menggunakannya lagi dalam membuat tirai. Prinsip membuat tirai ini dapat juga digunakan untuk membuat handuk ataupun bendera (tapi untuk bendera harus ditambah lagi dengan reactor wind).

Ada beberapa hal yang sangat berpengaruh agar tirai yang anda buat jatuhnya alami :
1. Material Cloth yang anda gunakan. Dalam 3dsmax ada banyak material tirai Cloth yang ada, seperti spandex, rubber, satin, silk dll. Saya sarankan, anda meluangkan waktu untuk mencoba material itu satu persatu dan bandingkan parameter yang berpengaruh. Kelak anda akan mendapat kan material yang paling cocok dengan kebutuhan anda
2. Gravitasi. Terkadang kita harus menambah nilai gravitasinya, cara ini akan menarik tirai kebawah sehingga tirai tidak kelihatan terlalu kaku lagi
3. Besarnya segmen. Semakin kecil segmennya, tentunya bendanya akan semakin lentur. Tapi jangan terlalu kecil segmennya, karena akan memberatkan file 3dsmax.
Ditutorial ini saya mencontohkan dengan menggunakan plane, tapi anda juga dapat menggunakan garment maker yang penggunaannya saya pakai di tutorial membuat bantal diatas.










Animasi Arsitektur 105-Animasi Mobil Sederhana
Mobil dapat membuat presentasi Arsitektur kita semakin menarik serta juga dapat membantu menjelaskan skala bangunan kepada klien. Karenanya saya menambahkan Animasi mobil ini kepada seri Animasi arsitektur ini.
Animasi mobil ini tidak terlalu rumit, dan gerakan mobilnya cukup linear saja, karena mobil bukanlah merupakan inti dari presentasi. Dan penggeraknya hanya dummy saja yang dikaitkan dengan Look At constrain, Position Constrain, Orientation Constrain dan Path constrain.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan perintah animasi :
1. Arah pivot point, karena menggunakan link, arah pivot point bisa terpengaruh dengan parent dari link
2. Hirearki atau urutan perintah. Karena beberapa perintah akan memiliki pengaruh lebih kuat terhadap suatu object daripada perintah lainnya. Misalnya Look At constrain jika digunakan sebelum Link, tidak akan memiliki pengaruh terhadap object. Karena link akan mengunci perintah yang diberikan sebelumnya.
3. Saat menggunakan orientation Constrain, perhatikan apakah Transform rule nya Local ataukah World, karena jika menggunakan world, maka constrain sebelumnya tidak akan berpengaruh.



Tentunya masih banyak lagi cara untuk menganimasikan mobil secara lebih realistik, misalnya menggunakan reactor, kombinasi antara constrain dengan perintah lainnya, dan sebagainya.

Selamat mencoba!!


Sumber: http://azri3d.blogspot.com


Continue reading →